Showing posts with label film. Show all posts
Showing posts with label film. Show all posts

Saturday, 18 June 2016

Tangga 2000 Gorontalo yang Eksotis

Objek wisata Tangga 2000  di Kota Gorontalo merupakan salah satu destinasi wisata yang layak dikunjungi. Dari sini anda dapat menikmati pemandangan indah danau Tomini. Tentunya juga merasakan semilir dinginnya angin yang menerpa pohon kelapa pada saat sore atau malam hari. Terdapat sebuah batu yang berukuran besar nampak seperti jejak kaki manusia. Menurut cerita jejak kaki yang dinamakan “Lahilote” merupakan jejak kaki seorang pria yang menikah dengan seorang malaikat yang jatuh ke bumi. Ditempat ini kita bisa melihat sebuah bongkahan batu besar yang didalamnya terdapat tapak kaki yang ukurannya juga cukup besar. Selain itu ditempat ini kita juga bisa menikmati pemandangan kearah Teluk Tomini yang cukup cantik.

Saturday, 9 April 2016

Belajar Tentang Keajaiban Tuhan


"On the day of my judgment, when I stand before God, and He asks me why did I kill one of his true miracles, what am I gonna say? That it was my job? My job? "(Nanti di Hari Pembalasan, ketika aku berdiri dihadapan Tuhan dan Dia bertanya padaku, mengapa aku membunuh salah satu keajaibanNya, lalu apa yang harus kujawab? Itu pekerjaanku? Kerjaku?)
Kutipan diatas diucapkan Paul Edgecomb dalama adegan pamungkas film Green Mile. Ketika itu, Paul harus berjuang menahan perasaanya karena diharuskan melakukan eksekusi hukuman mati pada John Cofey, lelaki kulit hitam yang divonis karena membunuh dua anak perempuan. Paul yang diperankan Tom Hanks, ketika itu benar-benar tak sanggup menjalankan tugasnya sebagai sipir penjara yang melakukan eksekusi hukuman mati pada narapidana. Tidak pada John Coffey, ia bahkan menawarkan untuk melepaskan John dan siap menanggung akibat dari perbuatannya. Tapi John, menolak. Ia meminta Paul tetap melaksanakan hukuman mati padanya.
The Green Mile adalah film drama Amerika tahun 1999 yang disutradarai oleh Frank Darabont, dan diadaptasi dari novel tahun 1996 berjudul sama karangan Stephen King. Film ini dikisahkan dalam format 'flashback' dan dibintangi oleh Tom Hanks yang berperan sebagai Paul Edgecomb dan Michael Clarke Duncan sebagai John Coffeey dengan pemeran-pemeran pendukung antara lain David Morse, Bonnie Hunt, dan James Cromwell. Film ini bercerita mengenai kehidupan Paul sebagai sipir penjara hukuman mati pada saat Depresi Besar terjadi di Amerika Serikat, dan peristiwa-peristiwa supernatural yang ia saksikan.
Kisah Green Mile sebenarnya berpusat pada dua karakter kuat yakni; Paul dan John. Paul sebagai sipir penjara yang disiplin dan berintegritas, berhadapat dengan karakter John yang merupakan sosok pembunuh berdarah dingin. Karakter keduanya berhasil menghidupkan film drama ini dengan jalinan cerita yang apik. John yang mendapatkan "mukjizat" bisa menghidupkan orang mati atau menyembuhkan penyakit, harus dihadapkan pada tuduhan pembunuhan. Tuhan memang tak pilih kasih. Ia memberi mukjizat itu pada seorang John Cofey yang berkulit hitam dan bertampang seram. Namun dibalik "casingnya" John adalah seorang "malaikat". Ia menyembuhkan penyakit batu ginjal yang diderita Paul, menghidupkan tikus cerdik milik Del (seorang terpidana mati) serta menyembuhkan penyakit tumor yang diderita isteri Hal Moore ( kepala penjara tempat ia ditahan).
Semua keajaiban yang dimiliki John, kemudian meyakinkan Paul bahwa lelaki itu tak bersalah. Lewat sebuah transfer pencitraan, John membagi gambaran tentang peristiwa pembunuhan yang dituduhkan padanya. Paul tercengang. Ia tak bisa membantah bahwa sebenarnya John bukanlah seorang pembunuh. John malah berusaha menolong dua gadis cilik yang dinodai dan dibunuh secara sadis oleh seorang psikopat.
Jalin cerita dalam Green Mile memang apik dan layak diacungi jempol. Tak heran empat penghargaan Grammy Award disabetnya. Tom Hanks memang berhasil memerankan tokoh Paul yang kemudian dikisahkan sebagai pihak penerima keajaiban dari John. Akibatnya, Paul menjadi manusia abadi!


Sunday, 1 February 2015

PK, Anekdot Ketuhanan

Pernah film india berjudul PK. Film yang dibintangi Aamir Khan dan Anuskha Sharma yang dirilis pada penghujung 2014 ini layak ditonton sebagai hiburan. Walau mengambil tema soal ketuhanan, tapi paparan dalam film ini sangat ringan dan mudah dipahami. Komedi satire, bisa jadi itu sebutan yang tepat untuk film ini.

PK (Aamir Khan) yang merupakan makhluk alien dari planet lain diceritakan datang ke bumi. Namun ketika menginjakkan kakinya pertama kali di bumi, PK harus kehilangan "remote control"nya. Darisinilah perjalanan panjangnya bertualang di bumi India. Di tempat lain, Jagat Janani atau Jagu (Anuskhan Sharma) yang sedang belajar di Belgia jatuh cinta dengan Sarfraz Yusuf (Sushant Singh), seorang mahasiswa Pakistan yang muslim. Kisah cinta Jagu dan Sarfraz berakhir dan disimpan untuk jadi pamungkas film ini.

Film berpenghasilan terbesar sepanjang sejarah perfilman Boolywood ini bisa jadi laris karena ide yang diusungnya menarik. Berbanding terbalik dengan penghasilannya, film PK juga menuai banyak protes. Ada yang menganggap film ini melecehkan agama tertentu karena memang pengambilan gambarnya di beberapa rumah ibadah.

Diluar soal penghasilan dan protes, film apik ini melontarkan ide perdamaian. Cara manusia pada umumnya bertuhan melalui agama, menjadi satire. Agama sama sekali tak diolok-olok dalam film ini, malah agama tetap digambarkan sebagai sesuatu yang suci. PK harus diakui berhasil menyindir soal kemiskinan, moral dan keserakahan para pemuka agama. PK memang mencari tuhan dan akhirnya menyadari bahwa tuhan adalah sutradara paling hebat dalam perjalanan hidupnya.

Saya menonton film ini sampai dua kali dan menikmati kelucuan yang tampil. Tengoklah soal mobil goyang yang memberi penghasilan pada Pk untuk bertahan hidup. Juga lihat juga bagaimana PK merantai sendal jepitnya karena takut hilang.

Kekonyolan lain soal PK yang mengejar-ngejar Dewa Siwa yang dianggapnya bertanggung jawab soal dirinya. Pertanyaan lugu soal kondom juga mengalir tanpa kesan porno.

"Aku heran kenapa soal kondom ini tak ada yang mengaku memiliki?" tanya nya.

Kondom yang dianggap alat untuk membatasi populasi manusia. PK pun masih bingung bagaimana benda itu sangat penting. Pernyataan lucunya adalah bahwa pesta pernikahan bisa diartikan sebagai pengumuman bahwa yang menikah akan melalukan hubungan seks. Tak ada yang membantah pernyataan ini. Pernyataan lugu dan penuh makna.

Debat PK dan Tapasvi Maharaj (Saurabh Shukla) menjadi scene pamungkas dalam film ini. Kisah Jagu dan  Sarfraz yang mengharu biru membuat film ini terasa romantis. Akhirnya pun happy ending Jagu dan Sarfraz bersatu dan PK mendapatkan "remote control"nya.

Happy ending menjadi akhir dari film ini. Dan setelah itu, semuanya tersenyum. Dan saya pun tertawa mengingat scene demi scene film ini. Luar biasa!

Minggu, 1 Februari 2015