Anda penah pergi ke Bunaken? Kalau belum, segeralah berkunjung ke sana. Mumpung aneka taman karang disana belum punah akibat tangan-tangan jahil. Saya pernah ke Bunaken, sekitar tahun 2005. Waktu itu, saya (juga) dalam rangka liputan TPI. Sebenarnya saya tidak mengkhususkan diri datang ke Bunaken. Kebetulan saja, ketika sedang berada di Manado untuk meliput soal pencemaran Teluk Buyat yang diduga dilakukan PT Newmont Minahasa Raya, saya bersama rekan-rekan dari berbagai stasiun televisi menyempatkan berkunjung ke Bunaken.
Seingat saya dari dari Manado, kami menyewa speed boat untuk menuju PulauBunaken. Saya berdebar-debar kala menantikan tiba di Pulau Bunaken. Mana taman laut yang terkenal indah itu? Berkali-kali saya bertanya pada nahkoda speed boat.
Hanya menempuh perjalanan sekitar 30 menit, akhirnya kami sampai di Pulau Bunaken. Kalau tidak salah Bunaken telah menjadi salah satu kawasan Taman Nasional. Begitu mendarat saya baru menyadari bahwa untuk menuju Taman Laut Bunaken kami harus berganti kapal lagi. Namanya Kapal Kaca. Mulanya saya berpikir kapal itu terbuat dari kaca. Ternyata yang terbuat dari kaca adalah bagian bawah yang didesign agar para penumpang bisa melihat ikan-ikan dan terumbu karang.
Bergegas kami pun berpindah kapal. Hanya memakan 10 menit, kapal kami sudah berada di atas Taman Laut Bunaken. Dari jauh saya sudah melihat hamparan air yang berwarna biru dan hijau menandakan permukaan yang dangkal dengan karang. Oh....indah sekali.
Berebut kami melihat Taman Laut Bunaken yang indah itu. Ada ikan berwarna-warni disana. Karang-karang pun terlihat memancarkan sinar yang begitu mempesona. Saya berkali-kali berdecak kagum. Kami memang tidak membawa perlengkapan menyelam. Maklum saja untuk menyelam selama 30 menit kita harus menyewa perlengkapan sebesar Rp 300 ribu. Wah.....mahal banget. Maka itu pemandangan bawah laut itu hanya bisa kami nikmati dari atas kapal kaca ini.
Setelah berputar-putar 20 menit, kami mulai bosan. Wah ini nggak menantang. Saya menawarkan untuk menyelam ke bawah laut tanpa perlengkapan menyelam. Kawan-kawan saya menyambut ide gila ini dengan semangat. Apalagi nahkoda kapal mengatakan jika memang sanggup menahan nafas dua menit, kita bisa menikmati pemandangan bahwa laut yang menakjubkan. Dengan bersemangat kami pun mulai melucuti pakaian (kami nggak bawa pakaian renang, sih).Gilanya lagi, ada beberapa teman perempuan di kapal kami. Tapi sudahlah anggap saja nggak ada. Akhirnya kami berenang dengan cuma pakai kolor.
Wowww.....saya merasa sangat takjub dengan keindahan bawah Taman Laut Bunaken. It's beautiful. Dan saya merasa bersyukur bisa menyinggahi Bunaken.
No comments:
Post a Comment